
Lhokseumawe, 16 Oktober 2026 – Dalam upaya membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta menyampaikan pesan-pesan ilahi kepada masyarakat, LPQ Islamic Centre Lhokseumawe terus berkomitmen mengembangkan potensi dan bakat santri melalui berbagai kegiatan pendidikan keagamaan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah kegiatan ekstrakurikuler Syarhil Qur’an yang dirancang untuk mengasah kemampuan dakwah, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun mental santri agar berani tampil di hadapan publik.
Kegiatan ekstrakurikuler Syarhil Qur’an ini merupakan salah satu program pengembangan diri santri di bawah binaan Bidang Kesiswaan LPQ Islamic Centre Lhokseumawe. Melalui program tersebut, para santri diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan dalam memahami kandungan Al-Qur’an sekaligus mempraktikkan keterampilan menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an secara lisan dengan bahasa yang baik, terstruktur, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Aula Islamic Centre Lhokseumawe tersebut diikuti oleh para santri dengan penuh semangat dan antusiasme. Dalam suasana pembinaan yang edukatif, para peserta tampak berlatih secara berkelompok dengan menjalankan peran masing-masing, mulai dari pembaca ayat suci Al-Qur’an, penerjemah ayat, hingga pensyarah yang bertugas menjelaskan kandungan dan hikmah dari ayat yang dibacakan.
Pembagian peran tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran Syarhil Qur’an. Para santri tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga harus mampu memahami arti ayat, menguasai materi penjelasan, serta menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an dengan penuh penghayatan. Kekompakan antarpeserta juga menjadi aspek penting yang terus dilatih agar setiap penampilan dapat berlangsung secara harmonis dan memberikan pesan yang kuat kepada para pendengar.
Mengembangkan Kemampuan Dakwah Sejak Dini
Ekstrakurikuler Syarhil Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan keterampilan santri. Melalui kegiatan ini, para santri dilatih untuk membangun keberanian, mengendalikan rasa gugup, mengatur intonasi suara, menggunakan gestur yang tepat, serta menyampaikan gagasan secara runtut dan sistematis.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi berbagai kesempatan di masa depan, baik ketika mengikuti perlombaan keagamaan, menyampaikan ceramah, menjadi petugas dalam kegiatan keislaman, maupun berkontribusi dalam aktivitas dakwah di tengah masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan saling menghargai. Setiap anggota kelompok memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun penampilan yang baik. Oleh karena itu, para santri didorong untuk saling mendukung, memperbaiki kekurangan, dan terus belajar agar kemampuan mereka berkembang secara bertahap.
Melalui proses latihan yang berkelanjutan, santri diharapkan semakin terbiasa tampil di depan orang lain tanpa kehilangan sikap santun, rendah hati, dan menghormati nilai-nilai Al-Qur’an. Dengan demikian, pembinaan Syarhil Qur’an tidak hanya berorientasi pada keterampilan berbicara, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan akhlak mulia.
Tiga Kemampuan Utama dalam Syarhil Qur’an
Kepala Bidang Kesiswaan LPQ Islamic Centre Lhokseumawe, Ust. Uci Achyar, menyampaikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Syarhil Qur’an memiliki nilai pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan santri. Menurutnya, program ini menggabungkan tiga kemampuan utama yang saling melengkapi, yaitu seni membaca Al-Qur’an, kemampuan menerjemahkan ayat, serta keterampilan menyampaikan syarah atau penjelasan kandungan Al-Qur’an di hadapan publik.
“Syarhil Qur’an ini melatih tiga kemampuan sekaligus: seni membaca Al-Qur’an, kemampuan menerjemah, dan kemampuan public speaking dalam menyampaikan syarah atau ceramah Qur’ani. Harapan kami, santri LPQ tidak hanya bisa membaca, tetapi juga mampu mendakwahkan isi Al-Qur’an,” ujar Ust. Uci Achyar.
Ia menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan fondasi penting yang perlu dilengkapi dengan pemahaman terhadap makna dan kandungannya. Dengan memahami pesan-pesan yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an, santri diharapkan dapat menyampaikan nilai-nilai Islam secara lebih bermakna dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, keberanian untuk tampil juga perlu dibangun melalui latihan dan pembiasaan. Tidak semua santri langsung memiliki kepercayaan diri ketika berbicara di hadapan orang banyak. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler menjadi sarana pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada setiap santri untuk mencoba, berlatih, menerima masukan, dan meningkatkan kemampuannya.
Pembinaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membantu santri menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Santri yang awalnya merasa malu atau ragu untuk tampil di depan umum diharapkan perlahan mampu menunjukkan keberanian, menguasai materi, dan menyampaikan pesan dakwah dengan lebih percaya diri.
Melatih Kekompakan, Penghayatan, dan Penguasaan Materi
Dalam setiap sesi latihan, para santri mendapatkan pembinaan mengenai berbagai aspek yang mendukung kualitas penampilan Syarhil Qur’an. Pembinaan tersebut meliputi ketepatan membaca ayat, pelafalan dan pengucapan, penguasaan terjemahan, penyusunan materi syarah, pengaturan intonasi, ekspresi, gestur tubuh, hingga keselarasan penampilan antarpeserta.
Kekompakan kelompok menjadi salah satu unsur yang mendapat perhatian khusus. Setiap peserta harus memahami alur penampilan dan mengetahui kapan harus mengambil peran. Pembaca ayat perlu membawakan bacaan dengan baik, penerjemah harus menyampaikan arti secara jelas, sedangkan pensyarah perlu menguraikan pesan ayat dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami.
Ketiga unsur tersebut harus saling mendukung agar pesan Al-Qur’an dapat tersampaikan secara utuh. Penampilan yang baik bukan semata-mata ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan juga oleh keserasian, kerja sama, dan kesiapan seluruh anggota kelompok.
Para santri juga didorong untuk memahami materi yang disampaikan, bukan sekadar menghafal teks. Pemahaman yang baik akan membantu mereka menjelaskan kandungan ayat secara lebih mendalam, menyampaikan pesan dengan penghayatan, serta menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui latihan yang terarah, diharapkan para peserta dapat mengembangkan kemampuan berpikir, berbicara, dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab. Keterampilan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak, dan mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial.
Membentuk Generasi Qur’ani yang Berani Berdakwah
Aktivasi ekstrakurikuler Syarhil Qur’an juga menjadi bagian dari komitmen LPQ Islamic Centre Lhokseumawe dalam menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang menyeluruh. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan pemahaman keagamaan, serta pengembangan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Melalui berbagai kegiatan pembinaan, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an, mencintai ilmu pengetahuan, menghormati sesama, dan mampu menyampaikan kebaikan dengan cara yang santun.
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan kehidupan masyarakat yang semakin beragam, kemampuan berdakwah dengan pendekatan yang bijaksana menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Dakwah tidak hanya membutuhkan keberanian untuk berbicara, tetapi juga pemahaman yang benar, akhlak yang baik, serta kemampuan menyampaikan pesan secara tepat dan tidak menyinggung pihak lain.
Oleh karena itu, Syarhil Qur’an diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi santri untuk belajar menyampaikan nilai-nilai Islam secara sejuk, mendidik, dan membangun. Santri dibimbing agar mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, bertutur kata, dan berinteraksi dengan masyarakat.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi para santri untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang syiar Islam, termasuk perlombaan Syarhil Qur’an di tingkat lokal maupun tingkat yang lebih tinggi. Pengalaman berlatih dan tampil akan menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman mereka.
Komitmen Berkelanjutan LPQ Islamic Centre Lhokseumawe
LPQ Islamic Centre Lhokseumawe terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan potensi santri, baik dalam bidang tahsin, tahfidz, maupun keterampilan keagamaan lainnya. Kehadiran ekstrakurikuler Syarhil Qur’an melengkapi upaya tersebut dengan memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan dakwah.
Program ini diharapkan dapat terus berkembang melalui pembinaan yang terarah, latihan yang konsisten, serta dukungan dari seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan santri. Dengan demikian, setiap santri memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Antusiasme para peserta dalam mengikuti latihan menjadi semangat tersendiri bagi pelaksanaan program ini. Setiap proses pembelajaran diharapkan mampu memberikan pengalaman positif, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan membentuk kebiasaan untuk terus memperbaiki diri.
Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan Syarhil Qur’an tidak hanya diukur dari kemampuan santri ketika tampil di atas panggung, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui ekstrakurikuler ini, LPQ Islamic Centre Lhokseumawe berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, percaya diri, terampil berkomunikasi, serta siap menjadi penerus dakwah Islam di tengah masyarakat.
Dengan semangat belajar dan pembinaan yang berkelanjutan, Syarhil Qur’an diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi sarana membangun keberanian, memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan menyiapkan generasi muda yang mampu menyampaikan pesan-pesan ilahi dengan ilmu, adab, dan keteladanan.
LPQ Islamic Centre Lhokseumawe — Membina Generasi Qur’ani, Menguatkan Akhlak, dan Menumbuhkan Semangat Dakwah.
